Clean Slate
Wow.Wow!
Sudah terlalu lama sampai aku lupa bagaimana memulai blog post-ku. Beberapa tahun ke belakang, aku memang menjauh, bahkan melupakan semua sosial mediaku termasuk blog. Bukan karena aku lupa password atau terlalu sibuk, or whatnot, aku memilih untuk tidak muncul di sosial media. Bukan hanya sosial media, bahkan dari kolega, teman, keluarga. I wasn't myself for years.
I have to. For my own good.For my safety.For my sanity.
Kalau kamu mengenalku, tentu tahu aku sangat aktif di sosial media. Instastory setidaknya tiga atau empat kali sehari, satu atau dua tweets, atau satu post dalam sebulan di blogku ini. Ketika aku memutuskan untuk menghilang, aku menghapus semua aplikasi di ponselku, bahkan aku terbilang jarang sekali memegang ponselku. Mungkin hanya tiga kali dalam seminggu, itu pun paling sering. Di masa menghilang itu, hanya sedikit yang bingung atau sadar kalau aku gak ada di sosial media.
Kenapa? Apa yang terjadi sampai si social butterfly ini hengkang begitu saja dari sosial media? Menghilang tanpa berkata sepatah katapun?
Jawabannya?
Clinical depression.Severe anxiety disorder.Suicidal.
:)
Aku gak banyak cerita, mungkin hanya beberapa orang yang tahu garis besarnya. It's not an easy topic for me to talk about and also not a comfortable conversation to have.
Saat ini, aku tidak lagi tinggal di kota kelahiranku. Tidak lagi tinggal bersama orang tuaku. Aku tinggal di tempat yang bisa membuat perasaan dan pikiranku tenang. Tinggal jauh dari hiruk pikuk kota dan bahan gosip kolega. Away from people who make me hate myself.
This is a clean slate.As a fresh start, I'm hoping to be a happier, healthier me. I'm wishing for a better life and relationships.
I wish all of you the same.
Life is brighter with you. Take care of yourself. Love you!
ReplyDelete