Saturday, March 30, 2019

10 FILM INDONESIA TERBAIK


Selamat Hari Film Nasional! 

Walaupun aku jarang membahas tentang film-film karya anak bangsa bukan berarti aku tidak bangga, ya! Jujur, baru beberapa tahun terakhir film Indonesia dengan kualitas baik bermunculan lagi. Dunia perfilman dalam negeri sempat berada dalam titik terbawah karena maraknya film bergenre horor berbau seksual yang sama sekali tidak mendidik. Karena itu pulalah aku jadi sangat skeptis dengan film Indonesia. Sedih!

Tapi... bukan berarti aku tidak punya film kesukaan. Aku punya banyak! 10 film ini adalah film-film yang menurutku film Indonesia terbaik sejauh ini. 

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) 

Film ini mungkin film Indonesia pertama yang membuatku tercengang. Ketika menonton rasanya seperti berada dibarisan penonton teater ketimbang di bioskop. Cerita yang luar biasa dikemas dengan sangat apik oleh sang sutradara, Mouly Surya. Marsha Timothy yang berperan sebagai Marlina memberikan standar akting baru dalam dunia perfilman Indonesia. Film ini mungkin tidak bisa dinikmati oleh semua kalangan, terutama anak-anak karena berisi adegan pemerkosaan dan pembunuhan. Selebihnya, film ini berada di urutan pertama jika ada yang bertanya apa film Indonesia terbaik yang pernah aku tonton. 

Petualangan Sherina (2000)

Siapa sih yang tidak suka karya Riri Riza ini? Alur cerita yang mudah diikuti dan dibarengi dengan gurauan dan nyanyian dari para karakter, film ini disenangi banyak orang dari berbagai kalangan. Aku masih duduk di bangku SD ketika film ini tayang di bioskop dan masih sangat jarang nonton film di bioskop. Sehingga ketika akhirnya aku diajak nonton oleh kakakku, senangnya bukan kepalang. Sepanjang perjalanan pulang, aku tidak berhenti mengoceh tentang film dan lagunya. 

Rumah Dara (2009)

Aku paling takut nonton film horor apalagi cerita seru yang berisi adegan kekerasan. Film garapan Timo Tjahjanto, Kimo Stamboel, dan The Mo Brothers ini bergenre keduanya. Alasanku memberanikan diri untuk nonton film ini ya tentu saja karena penasaran! Selain karena ulasan film ini selalu baik, aktor dan aktrisnya pun tidak diragukan lagi. Film ini bahkan didistribusi ke Amerika Serikat dan Eropa. Tidak hanya itu, film yang berjudul Internasional Macabre ini mengantongi banyak piala penghargaan dari festival-festival film Internasional. Kalau belum pernah nonton, coba deh! Kalau kamu penakut seperti aku, jangan nonton sendirian ya! 

? (2011)

Film yang mengangkat tema pluralisme agama, tema yang cukup kontroversial ini menurutku wajib ditonton. Memang tidak cocok untuk semua usia tapi untuk kamu yang sudah duduk di bangku kelas 12, coba tonton deh. Hanung Bramantyo, sang sutradara, ingin penonton memahami toleransi dan menghapus pemikiran radikal. Pesanku, kamu harus bisa membuka pikiran ya ketika menonton film ini. Memang menantang tetapi harus bisa. 

Laskar Pelangi (2008) 

Film garapan Riri Riza yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata ini wajib ditonton. Selain karena ceritanya yang mengangkat tema paling penting yaitu pendidikan, film ini juga diangkat dari kisah nyata sang penulis. Ceritanya menyentuh hati sekali, mengingatkan kamu untuk lebih bersyukur lagi. 

Pintu Terlarang (2009)

Joko Anwar, tentu saja! Beliau adalah sutradara kesukaanku. Semua filmnya aku tonton, bahkan yang bergenre horor sekalipun. Pintu Terlarang adalah film dengan plot kejutan terbaik! Fachri Albar memberikan kualitas aktingnya yang terbaik begitu juga Marsha Timothy (lagi!). Saranku, kamu tonton juga film Joko Anwar yang lainnya ya karena mungkin film-film itu saling berkorelasi satu sama lain!

Surat dari Praha (2016) 

Aduh, bingung mulai dari mana! Film ketujuh Angga Dwimas Sasongko ini rumit tapi relatif mudah dipahami. Drama percintaan yang dicampuri dengan politik, dari Indonesia sampai ke Praha. Film ini sudah lama bertengger di Netflix, loh.

Sang Penari (2011)

Film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah ini diadaptasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ini mungkin film adaptasi terbaik yang pernah aku tonton. Bahkan Ahmad Tohari sendiri mengakui kalau film ini adalah adaptasi yang layak untuk karyanya. Kalau kamu suka trilogi novelnya, kamu tidak akan kecewa dengan film ini. Prisia Nasution dan Oka Antara menghidupkan karakter Srintil dan Rasus di layar lebar. 

Posesif (2017) 

Wow! Akhirnya ada film Indonesia yang menggambarkan kekerasan fisik, mental, dan verbal dalam suatu hubungan secara realistis. Pujian tak terhingga untuk sutradara, Edwin dan penulis naskah, Gina S. Noer yang melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum menulis ceritanya. Juga untuk Adipati Dolken yang sukses memerankan seorang abuser atau pelaku kekerasan. Tidak banyak yang memahami kekerasan itu saling berkaitan satu sama lain dan aku rasa Adipati memerankannya dengan sangat baik. Kamu bisa lihat dari matanya ketika Yudhis, karakternya, sedang memanipulasi Lala (Putri Marino). Mempunyai hubungan romantis dengan pelaku kekerasan itu seperti berhubungan dengan dua orang yang berbeda dan film ini memberi gambaran yang realistis. Hebat!

Ada Apa dengan Cinta? (2002)

Sebelum ada gombalannya Dilan yang bikin bergidik saking canggung dan anehnya (duh maaf ya, aku tidak suka filmnya), ada Rangga dengan puisi-puisinya (sastrawan Rako Prijanto adalah penulis aslinya). Bagiku, film Rudi Soedjarwo ini memberi warna tersendiri dalam genre romantis di perfilman Indonesia. Tidak perlu jalan cerita yang rumit dan berlebihan apalagi jika karakternya anak SMA, cukup alur yang konsisten, karakter-karakter yang kuat dan berkesan, lagu tema yang tepat. 

Apa film Indonesia kesukaanmu? 
Share:

1 comment

  1. Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
    hanya di D*E*W*A*P*K / pin bb D87604A1
    dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
    dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)

    ReplyDelete

Blogger Template Created by pipdig