Wednesday, February 07, 2018

SALAM DARI MELBOURNE, VICTORIA, AUSTRALIA

McAlpin Reserve, Ringwood North

Saya tiba di Melbourne pada 26 Januari lalu itu artinya sampai hari ini sudah sekitar dua minggu saya meninggalkan Indonesia. Kalau ditanya gimana rasanya? Campur aduk! Ada perasaan bangga, tidak menyangka waktu yang saya habiskan untuk belajar, bahasa yang setiap hari saya pakai, yang terkadang penggunaannya pun masih salah, usaha yang saya lakukan untuk bisa bangun dari masa-masa sulit ketika quarter life crisis terjadi (baca bagian satu dan dua), semuanya bisa membawa saya sampai kesini. Namun ada juga perasaan sedih dan takut karena selama ini saya tidak pernah tinggal jauh dari keluarga, ketika ada kesempatan untuk eksplorasi diri, wah sampai beda benua! Wajar kali ya, saya akan berada disini selama setahun penuh.

Tinggal di negara yang memiliki budaya yang sangat jauh berbeda dengan budaya Indonesia membuat saya merasa cemas pada awalnya. Tapi dua-tiga hari tinggal disini, pelan-pelan tahu kalau perbedaan budaya tidak boleh menjadi penghalang saya untuk belajar sabar dan kuat. Kesempatan yang telah Allah Swt. beri, kesempatan yang mungkin hanya akan terjadi selama satu kali dalam hidup saya tidak bisa disia-siakan begitu saja. Masa adaptasi dengan budaya baru, berbicara dalam bahasa Inggris yang jelas bukan bahasa pertama saya, tinggal dengan keluarga lain mungkin tidak bisa dibiasakan dalam waktu singkat dan jelas tidak mudah. Bukan hidup kalau tidak belajar, ya kan?

Belum banyak yang bisa saya ceritakan soal pengalaman minggu-minggu awal saya di Melbourne, tepatnya saya tinggal di Ringwood, salah satu suburb. Tapi yang saya tahu selama dua minggu ini, hampir semua orang yang saya temui sangat ramah. Saya jadi belajar untuk tidak malu bertanya dan meminta tolong kalau saya benar-benar tidak bisa. Selain itu, saya juga membiasakan untuk selalu menyapa orang yang saya temui misalnya ketika sarapan dan baru bertemu dengan Australia parents saya, "Good morning. How's your sleep?" atau di tempat kerja, "How's your day so far?" atau "How's it going?" yang sejujurnya jarang saya lakukan di Indonesia.

Selama tinggal disini saya juga jadi banyak jalan kaki, mau ke supermarket saya jalan kaki dulu selama 30 menit - sebetulnya orang-orang disini cuma butuh 15 menit tapi karena saya jalannya lambat jadi waktunya dua kali lipat. Habis enak banget sepanjang jalan dari rumah menuju supermarket saya disuguhi pemandangan langit biru yang cerah dan taman-taman yang bersih. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, saya sempatkan jalan di taman belakang rumah sekitar 10-15 menit untuk menghirup udara pagi. Kadang kalau habis makan malam juga sebelum langitnya mulai gelap saya jalan lagi. Supaya terbiasa dengan jalan kaki hihi.

Pengalaman mengajar di primary school dan secondary college sejauh ini luar biasa. Respon siswa-siswa yang positif pada saya dan juga bahasa Indonesia membuat saya semakin bangga dan semangat mengajar. Hal ini juga membuat saya semakin termotivasi untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari sekarang. Semoga saja pengalaman ini akan menjadi sesuatu yang menjadi life changing moment untuk saya. I'm sure of it.

Share:

No comments

Post a Comment

Blogger Template Created by pipdig