Saturday, February 24, 2018

MOVIE | BLACK PANTHER (2018)


The King has arrived!

Black Panther (2018) is the first stand-alone movie about T'Challa (Chadwick Boseman) who's about to be crowned King of Wakanda after the events of Captain America: Civil War ((2016) when these challenges occurred. He has to face his own country and this villain called Killmonger (Michael B. Jordan). 

The first time I saw Black Panther in CACW, I knew the stand-alone movie would be something great. I mean, his suit made from the strongest metal on earth, T'Challa himself is someone who's very intelligent and kind. I was very excited about this movie for some reasons. 

First, the director, Ryan Coogler is young! It's amazing to see younger filmmaker to join the MCU, add some fresh, youthful idea but still stick to the sort of the main idea of the universe. Second, Black Panther is one of the new characters to the MCU and we really need to know about the Prince of Wakanda. Third, it is always exciting to learn more about one character deeply.

I love this movie. Black Panther is a very futuristic film. The technology in this movie is like no other. We've seen some advanced tech in Iron Man trilogy because it is about Tony Stark but let's doubled the advancement, no tripled! That's what you got on Black Panther's tech.

However, I don't think Black Panther is a flawless movie. It has some issues to me, we're gonna talk about this later. 

Share:

Saturday, February 10, 2018

MELBOURNE 10.02

Hai!

Hari ini saya dan tiga teman saya sedikit menjelajah kota Melbourne yang selalu sibuk itu. Semua tempat-tempat ini bisa dituju dengan jalan kaki! Ya, saya masih membiasakan diri untuk selalu berjalan kaki selama itu memungkinkan. 

Saya naik kereta dari Ringwood Station menuju Flinders Street Station, dari situ kami berjalan-jalan sambil menikmati gerimis dan mendungnya kota Melbourne - yang juga berangin. Mungkin bukan lucky day untuk berjalan-jalan, tapi saya selalu mencoba untuk menikmati setiap harinya tinggal di  one of the most livable cities ini. 

Shrine of Remembrance 


State Library of Victoria 




Bourke Street Melbourne 



Hosier Lane Street Art 


Masih banyak tempat-tempat di Melbourne yang ingin saya kunjungi! I'll let you know ;)
Share:

Wednesday, February 07, 2018

SALAM DARI MELBOURNE, VICTORIA, AUSTRALIA

McAlpin Reserve, Ringwood North

Saya tiba di Melbourne pada 26 Januari lalu itu artinya sampai hari ini sudah sekitar dua minggu saya meninggalkan Indonesia. Kalau ditanya gimana rasanya? Campur aduk! Ada perasaan bangga, tidak menyangka waktu yang saya habiskan untuk belajar, bahasa yang setiap hari saya pakai, yang terkadang penggunaannya pun masih salah, usaha yang saya lakukan untuk bisa bangun dari masa-masa sulit ketika quarter life crisis terjadi (baca bagian satu dan dua), semuanya bisa membawa saya sampai kesini. Namun ada juga perasaan sedih dan takut karena selama ini saya tidak pernah tinggal jauh dari keluarga, ketika ada kesempatan untuk eksplorasi diri, wah sampai beda benua! Wajar kali ya, saya akan berada disini selama setahun penuh.

Tinggal di negara yang memiliki budaya yang sangat jauh berbeda dengan budaya Indonesia membuat saya merasa cemas pada awalnya. Tapi dua-tiga hari tinggal disini, pelan-pelan tahu kalau perbedaan budaya tidak boleh menjadi penghalang saya untuk belajar sabar dan kuat. Kesempatan yang telah Allah Swt. beri, kesempatan yang mungkin hanya akan terjadi selama satu kali dalam hidup saya tidak bisa disia-siakan begitu saja. Masa adaptasi dengan budaya baru, berbicara dalam bahasa Inggris yang jelas bukan bahasa pertama saya, tinggal dengan keluarga lain mungkin tidak bisa dibiasakan dalam waktu singkat dan jelas tidak mudah. Bukan hidup kalau tidak belajar, ya kan?

Belum banyak yang bisa saya ceritakan soal pengalaman minggu-minggu awal saya di Melbourne, tepatnya saya tinggal di Ringwood, salah satu suburb. Tapi yang saya tahu selama dua minggu ini, hampir semua orang yang saya temui sangat ramah. Saya jadi belajar untuk tidak malu bertanya dan meminta tolong kalau saya benar-benar tidak bisa. Selain itu, saya juga membiasakan untuk selalu menyapa orang yang saya temui misalnya ketika sarapan dan baru bertemu dengan Australia parents saya, "Good morning. How's your sleep?" atau di tempat kerja, "How's your day so far?" atau "How's it going?" yang sejujurnya jarang saya lakukan di Indonesia.

Selama tinggal disini saya juga jadi banyak jalan kaki, mau ke supermarket saya jalan kaki dulu selama 30 menit - sebetulnya orang-orang disini cuma butuh 15 menit tapi karena saya jalannya lambat jadi waktunya dua kali lipat. Habis enak banget sepanjang jalan dari rumah menuju supermarket saya disuguhi pemandangan langit biru yang cerah dan taman-taman yang bersih. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, saya sempatkan jalan di taman belakang rumah sekitar 10-15 menit untuk menghirup udara pagi. Kadang kalau habis makan malam juga sebelum langitnya mulai gelap saya jalan lagi. Supaya terbiasa dengan jalan kaki hihi.

Pengalaman mengajar di primary school dan secondary college sejauh ini luar biasa. Respon siswa-siswa yang positif pada saya dan juga bahasa Indonesia membuat saya semakin bangga dan semangat mengajar. Hal ini juga membuat saya semakin termotivasi untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari sekarang. Semoga saja pengalaman ini akan menjadi sesuatu yang menjadi life changing moment untuk saya. I'm sure of it.

Share:
Blogger Template Created by pipdig